Kamis, 28 Februari 2013

Gerabah

                                 Gerabah adalah barang yang terbuat dari tanah liat (Lempung) yang berbentuk misalnya :



kerajinan gerabah paling banyak dan piling kualitas bagus di beberapa desa....
di Kabupaten Klaten kususnya di desa Pagerjurang,Desa Melikan kecamatan Wedi Klaten.
Desa Pagerjuran  merupakan central kerajinan gerabah yang terdapat di Klaten.
UMKM ini mampu menghidupi 250 KK (kepalakeluarga) atau sekitar 1.250 orang yang gerabah dan keramik.
Desa Melikan ditetapkan sebagai desa wisata yang ada di Klaten dengan luas wilayah sebesar 167, 162Ha.
Desa ini berbatasan langsung dengan desa Bayat dibagian utara.
Desa ini berbatasan langsung dengan desa Bayat dibagian utara.Secara umum kerajinan gerabah merupakan ekonomi basis dari desa ini hal ini bias terjadi karena gerabah di desa Melikan sudah ada semenjak  ± 600 tahun lalu namun kemudian hal tersebut (gerabah) mulai diperkuat dengan hasil peneliti anarkeologi menemukan gerabah di sekitar wilayah desa Paseban dan Genthong  yang terdapat di area pemakaman Sunan Tembayat.Ciri gerabah Melikan di perkuat dengan warna kecoklatan menandakan warna asli dan sudah benar-benar matang dari proses pembakaran,
Gerabah Bayat tak pernah dicat seperti gerabah dari Kasongan atau tempat lain.
Warna alam yang muncul dari gerabah disebabkan oleh tanah tersebut dibakar dengan daun munggur.
Biasanya akan dijumpai stempel simbol “Paju”, yang merupakan singkatan dari Pagerjurang, di setiap benda yang dihasilkan. 
Sejarah Kerajinan gerabah dan keramik di Kabupaten Klaten ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun silam dan hingga kini usaha mereka masih mampu bertahan dan tumbuh berkembang.  Sejarah kerajinan Masuk di desa Melikan yaitu pada jaman dahulukala sekitar empat ratusan tahun yang lalu ada seorang sunan yang bernama SunanPandanaran yang masuk ke Desa Melikan, ia menyebarkan agama islam dan membuat Masjid di lokasi kemudian pada tempat untuk menampung  air wudhu menggunakan wadah yang sering orang setempat menyebutnya gentong. Gentong tersebut sangat indah dan berbahan dasar dari tanah liat yang  diambil dari perbukitan setempat.Warga setempat merasa senang ketika melihat tempat wudhu yang terbuat dari tanah liat itu dan sangat tergugah untuk memiliki tempat yang sama,  akhirnya warga menanyakan kepada SunanPandanaran tentang cara pembuatan gentong itu dan dikemudian harinya warga setempat khususnya.Desa Melikan banyak yang membuat tempat wudhu tersebut dan ada juga yang membuat untuk dijual.Banyaknya peminat akhirnya warga setempat banyak yang membuat gentong tersebut untuk dijual lalu seiring dengan berjalannya waktu warga mulai mengembangkan gentong kebentuk atau barang lain.

Secara menyeluruh bahan baku gerabah berasal dari tanah liat. Untuk Desa Pagerjurang ini tidak terdapat informasi secara sekunder yang mampu menjelaskan dari manabahan baku berasal. Namun karena bahan baku yang cukup mudah dijumpai karena hanya bermodalkan tanah liat maka bias dibuat pradugasementara bahwa sumber bahan baku berasal dari desa ini sendiri karena hal ini diperkuat dari sejarah dimana Sunan Pandanaran mengambil tanah dari perbukitan setempat.



Kerajinan ini merupakan tradisi turun – temurun masyarakat setempat di DusunPagerjurang, Desa Melikan.Dengan demikian dapat terlihat bahwa tenaga kerja yang diberdayakan berasal dari desa ini sendiri dari Desa Melikan sendiri.Terdapat ratusan pengerajin yang tersebar dibeberapa Dusun bukan hanya di Dusun Pangerjuang saja namun di DusunSayangan, Sumber, Bogor, Bentengan, danMelikan.Banyak SDM di desa ini yang mengerti dan terampil membuat gerabah baik seca ratradisional yaitu teknik miring maupun secara modern.Sampai saat ini sekitar 250 KK (kepalakeluarga) atau sekitar 1.250 orang yang menggantungkan hidupnya dari kerajinan gerabah ini karena gerabah telah menjadi salah satu sector penopang ekonomi warga Melikan yang mencapai presentase sekitar 40% .Sebagian besar tenaga kerja masih muda, terutama yang membuat desain yang agak rumit.

Proses produksi masih menggunakan proses tradisional yang terkenal di desa ini yaitu dengan cara pembuatan teknik miring. Teknik ini berawal dari para pengrajin yang sebagian besar perempuan sangat menjaga adat budaya ketimuran dengan tidak membuka keduapahanya.
Pemasaran Gerabah tersebut sudah keluar daerah klaten,karena desa paerjurang sudah termasuk desa wisata,dan sudah mampu menarik wisatawan dari manca negara,

desaPagerjurang juga menjual gerabah yang diletakkan di showroom yang dapat terlihat di kanan kiri jalan begitu masuk gapura besar yang menandai desa sentral kerajinan.Desa Pagerjurang sudah bisa menjual barang gerabah di dalam negeri yaitu Bali,Semarang,Yogyakarta,Kalimantan,Jakarta,Sukoharjo,dan juga mampu masuk dalam pasar luar negeri yaitu : Australia, Jepang, Belanda, Spanyol, dan Argentina, danJerman.


sekian dari saya semoga bermanfaat
 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar