Jumat, 31 Mei 2013

Ternak Burung Parkit

Potensi
A : Harga jual anak burung parkit dipasaran Rp 35.000/ekor
B: Harga indukan/jodoh Rp 100.000.
C: Setiap 1,5 bulan burung parkit produktif rata2 menghasilkan 4 anakan.
D: pakan untuk setiap pasang burung parkit Rp. 10.000/bulan = 15.000/1,5 bulan.
E: jumlah indukan.
Hasil
Hb: C x A – D
4 x 35.000 – 15.000 = Rp 125.000/ indukan setiap 1,5 bulanya.

Contoh kasus:
Anda menginvestasikan uang anda Rp 1juta...500ribu digunakan untuk kandang, 500ribu digunakan untuk membeli 5 pasang induk parkit...perkiraan 5 indukan itu akan beranak setelah penyesuaian kandang rata-rata 1,5bulan…agar hasilnya maksimal, kita membiarkan berkolini dulu hingga 2 generasi/ beranak 2kali…nah setelah beranak 2 kali semua, akan menjadi 15 pasang indukan yang siap berproduksi, ini dicapai dalam 4,5 bulan…hasil untuk investasi 1juta:
Hb x E
125.000 x 15 = Rp 1.875.000 / 1,5 bulan
Karena system kita bagi hasil maka, hasil dibagi 2 (dua) 50:50
Jadi hasilnya untuk kita masing2:
Rp 937.500 / 1,5 bulan.
Lumayankan untuk jajan 1bulan, uang ini bisa menjadi basic penghasilan anda, yang terus mengalir.

Bisnis menurut saya: 
1. Bisnis pada awalnya terpenting harus mudah dalam penjualanya, dengan mudahnya menjual tentunya bisnis akan lebih menjamin perputaran modal dengan lancar…berapa banyak bisnis yang bangkrut, factor yang paling besar adalah karena sulitnya menjual, tidak bisa menjual dan langkanya barang dagangan.

2. Bisnis harus mempunyai basic modal diluar uang kebutuhan sehari2 setiap bulannya, jika anda ingin membuka sebuah toko peralatan listrik tentunya anda harus siap merugi selama minimal 3 bulan..selama waktu itu tentunya anda akan membayar gaji karyawan dengan saku anda sendiri karena biasanya uang pemasukan toko anda tidak akan memcukupi untuk menggaji karyawan…kecuali anda mempunyai basic usaha yang bisa menutupi semua anggaran toko anda sehingga anda tidak perlu mengeluarkan uang saku anda.

Kita membuka kesempatan kerjasama:
Rp 1.000.000
Rp 1.500.000
Rp 2.000.000 – Rp 50.000.000
Dalam usaha kita ini tentunya memperkerjakan karyawan yang tentunya sudah diseleksi yang biasanya terdiri pemuda pengangguran yang serius untuk maju dan juga keluarga yang benar-benar serius mau berkerja…lebih baik berorientasi pada hasil yang lebih baik dan terus berfikir maju....

“|semakin kokoh juga suatu usaha| dan masih banyak ide usaha yang akan di geluti"...

Jaman serba susah manusia harus kuat, kesedihan tidak menambah manfaat apa-apa selain pahala, sedang bersyukur akan menambah rejeki pula, maka dari itu sesulit apapun, bergembiralah....


Cara Budidaya Burung Parkit
Pesona burung parkit memang memukau berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis.

Di daerah Pasar Turi, Pasar Kupang ataupun Pasar Bratang sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu kandang hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima.

Jadi sewaktu saya membeli di pedagang tersebut butuh waktu agak lama untuk mengamati kira-kira bakalan burung mana yang bagus untuk saya jinakkan.

Karena dari beberapa diantaranya ada yang sakit-sakitan dan warna bulunya yang kusam seperti kurang terawat. Ketika saya tanya pada pedagangnya kenapa pilihan barang mereka terbatas, mereka menjawab karena kurang pasokan.
Jadi kalau merunut dari kesediaan pasokan sepertinya prospek bisnis burung parkit masih terbuka. So peluang bisnis pengembangbiakan burung parkit cukup cerah.

Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya karena cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya adalah sebagai berikut:
1.Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit.
Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.

2.Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.

3.Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit “beli satu pasang”. Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.

4.Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.

5.Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar ‘berisi’. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.

6.Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.

7.Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.

8.Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih.

9.Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.

10.Yang jelas budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga bisa menambah penghasilan.

Untuk mengembangbiakan burung parkit harus memperhatikan beberapa hal agar mendapatkan hasil yang maksimal didalam penangkaran. Ukuran kadang yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu besar. Yang perlu diperhatikan adalah sistem penangkarannya secara khusus atau secara massal.
Penangkaran secara khusus dilakukan bila peternak menginginkan corak tertentu yang dikehendaki. Maka mengumpulkan beberapa pasangan patut dihindari. Penangkaran secara khusus tidak memerlukan kandang yang besar cukup ukuran 40 x 40 x 60 untuk satu pasangan dan satu kotak pengeraman.

Untuk penangkaran secara masal memang lebih irit tempat satu kandang bisa diisi beberapa pasangan termasuk kotak pengeraman. Hanya saja penangkaran ini kita lebih sulit untuk mengamati jenis atau corak khusus burung parkit yang kita inginkan. Termasuk juga dalam hal mengontrol kesehatan burung parkit. Karena itu ukuran atau besar kandang harus memperhatikan populasi pasangan parkit yang akan ditempatkan.

Disamping menyediakan kandang untuk penangkaran, kandang untuk menampung parkit yang sudah lepas sapih juga harus disiapkan. Kandang ini juga berfungsi sebagai kandang pembesaran plus penyeleksian bakalan burung parkit.

Sunber : http://soulguardcorps1883.blogspot.com/2013/03/budidaya-ternak-burung-parkit.html